Kota Istimewa dengan Kenangan Istimewa (Yogyakarta)

Maret 20, 2019

Walcome back to my Blog gaessss, jangan lupa meninggalkan komenn. Ahayyyyy
Mon maap  nulis blognya baru sekarang padahal sudah satu bulan berlalu ke Jogja nya, bukan karena sibuk, lebih tepatnya MALAS.

Well, aku akan sedikit berbagi cerita  perjalanan solo traveller ku kemarin. Sebenarnya sudah biasa sih balik kampung sendiri, tapi kali aku tidak langsung balik ke kampung kelahiran, melainkan singgah terlebih dulu di kota istimewa yaitu kota Yogyakarta atau juga disebut dengan Jogjakarta. Perlu kalian tauh aku orang Jawa tapi sama sekali belum pernah ke Jogja. Jadi, sebenarnya liburan ke Jogja sudah ada di list tempat yang ingin ku jelajahi.

Kok berani sih pergi sendiri? Orang tua izinin ya? Sebenarnya bukan pemberani, cuma kebiasaan kemana-mana sering sendiri yaa it's oke, plisee lahh jangan dibuat ribet, selama masih memungkin dan berani pergi sendiri why not? (Ini aku). Untuk izin orang tua, aku selalu yang coba meyakinkan ke mereka *Aku berani, insya allah baik-baik aja, aku banyak teman dll*  sebelum aku berangkat pun orang tua ku harus telfon teman ku dulu, sekedar memastikan tempat siapa yang aku tuju, siapa namanya, tinggal dimana, teman dari mana, dan ortu ku harus punya no tlfn kawan ku. Dahh macam sensuss

Bertepatan pada tahun baru Imlek, tempat kerja ku libur selama 4 hari, jadi aku memutuskan mengambil cuti 1 minggu. Kuliah libur? Ooh tidak, kuliah ku masuk jadi aku bolos 1 minggu gaes.
Setelah cuti di acc aku langsung prepare segala hal, mulai tiket pesawat pergi sampai balik, ya you know lah harga tiket pesawat lagi melejit seperti roket tanpa memikirkan parasaan kaum miisquen yang juga ingin balik ke kampung halaman melepas kerinduan. Hiyaaa
Kemarin aku  dapat harga tiket pesawat Batam-Jakarta Rp 781.192 (Disc) maskapai Citilink, untuk baliknya Surabaya-Batam Rp 1.135.350 (Disc) maskapai Citilink.

03 Februari 2019, Perjalanan dimulai dengan langkah yang sangat antusias, koper dengan berat 11 kg dan tas ransel yang berisi laptop dll belum terasa berat, masih happy aja gituhh. Tidak biasanya penerbangan sekelas maskapai citilink delay dan ini delay dong sekitar 1 jam, yahhh sudah hal biasa  perihal menunggu.

Let's Goooooo!'

Sesampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta disambut dengan rintihan gerimis hujan, awan mendung dan terdengar suara petir yang bersahutan, kondisi ini lah membuat daku sedikit baper dan rada syedihhh. *Kokk sendiri banget yakk hahaa

Sebenarnya di jakarta sekedar transit, dan akan melanjutkan penerbangan dari JKT-JOG pukul 09.00 PM, tetapi karena ada kemajuan jam penerbangan dan pesawat ku BTM-JKT tidak akan kekejar maka aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Jogja dengan naik kereta api. Rada kesel sihh harus gonta ganti transportasi, tapi yaudahh sih asikinnn aja, hitung-hitung biar tauh suasana kemancetan Ibukota Jakarta.

Jangan lupa kita harus aktif bertanya, dimana tempat cari damri? dimana loket pembelian karcis nya dll. Gampang saja mencari damri, tidak sesusah mencari tulang rusuk sekali keluar dari pintu terminal bandara tinggal menyebrang jalan dan langsung menuju loket pembelian karcis damri. Bandara-Gambir ongkosnya Rp 40.000 waktu tempuhnya sekitar 45 menit.


Sampai Bandara Soekarno Hatta.

Anaknya belum pernah jalan-jalan ke jakarta gaes, jadi, sepanjang perjalanan menuju stasiun bener-bener yang clingak-clinguk rada norak, mengamati bangunan dan suasana di ibukota, yang waktu itu langit mulai berubah dari biru ke jingga menandakan hari akan mulai gelap.

Gambar di ambil dari dalam Damri.    

Tidak berhenti di stasiun Gambir gaes, jadi aku harus melanjutkan perjalan lagi menuju stasiun Pasar Senin, supir damri menyarankanku untuk naik gocar saja, tapi itu sudah terlalu mainstream pemirsahhh, jadi aku memilih untuk mencoba sensasi naik bajaj dan ini pertama kalinya naik bajaj. Btw, ongkosnya Rp 15.000 (ku tawar dari harga Rp 25.000).

Sampailah di stasiun Pasar Senin, kulihat banyak genangan-genangan air hujan yang mengharuskan ku untuk mengangkat koper 11 kg itu, pundak mulai berasa berat, penampilan yang sudah tidak karuan lagi, dan sesekali ku hentikan langkahku karena nafas yang sudah ngos-ngos an, membuat ku sadar  ternyata aku TIDAK sekuat itu fergusoooo. huhuuu 

Ku keluarkan jiwa "Sok kenal Sok dekat" gak perduli itu cowok atau cewek, bukan modus gaes, tapi cuma cari teman yang satu tujuan karena aku belum pernah dan tidak tauh area stasiun. Lagi-lagi ku harus menunggu dengan perut keroncongan tapi ku tidak berani makan karna takut ketinggal kereta api. Terima kasih ku ucapkan kepada mas itu yang sudah mengangkatkan koperku, karna harus naik banyak anak tangga, dan yang sudah mengantarkan ku sampai gerbong kereta. Uhuyyyyy dah kek FTV euy.

   Penampakan dalam Kereta Api.

Oke, malam itu aku harus bermalam tidur di kereta sekitar 8 jam, keretanya bersih nyaman dan tidak berisik, membuat ku tertidur pulas sampai dibangunin tetangga kursi sebelah kalau kita sudah sampai Jogjakarta. Yeeeeee
Oiya, harga tiket kereta api Pasar Senin (Jakarta)-Lempuyangan (Jogja) Rp 280.000 Mataram Premium.

14 Februari 2019, Finally bisa menginjakan kaki di kota istimewa ini. Hal pertama sebelum mulai pergi bolang pastinya mengisi energi dong, langsung cari sarapan soto dan soto nya enakkk bangetttt dan murah bebb. (jadi pengenn)

    Mantullllllllll


DESTINATION (H-1)

       1. Situs Warungboto
Siapa yang menyangka situs bangunan yang dulunya hanya reruntuhan dan puing bangunan yang terbengkalai, kini bisa menjadi bangunan yang elok. Keunikan bangunannya dapat membuat pengunjung terpincut dan daya tarik tersendiri bagi para fotografer. Untuk lokasi nya kalian bisa cek google map jalan Veteran, Kel Warungboto, Kec Umbulharjo, Kota Yogyakarta.



      2.  Malioboro
Salah satu tempat yang paling populer di Jogja, banyak dikunjungi para wisatawan bahkan hukum nya wajib kalau berkunjung ke Jogja. Tidak hanya berjalan-jalan menyusuri sepanjang jalan Malioboro, tapi kita bisa sekalian cuci mata mencari buah tangan, banyak barang-barang (baju, tas, aksesoris dll) yang harganya ramah di kantong yang bisa membuat khilaf mata.


 Silauuuuu



Daerah Malioboro ini sebenarnya dekat dengan beberapa tempat wisata, dikarenakan waktu itu panas sekali dan rame banget jadi malas mau singgah dan harus berjubel antri demi sebuah foto, karena hasrat hati lebih condong untuk pergi berkuliner daripada ketempat wisata. Wkwkk

        3. Gunung Kidul
Daerah yang terkenal dengan keelokan pantainya. Setelah puas berkeliling pusat kota Jogja, kami langsung bertolak menuju daerah Gunung Kidul, perjalanan kurang lebih 2 jam dengan sepedah motor dan saat itu matahari pas diatas ubun-ubun kepala (Puanassss). Sebelumnya aku sudah searching  pantai-pantai yang mau dikunjungi, salah satunya Pantai Sadranan Gunung Kidul.

Setelah perjalanan yang lumayan panjang sampai kaki rada keram, akhirnya kami sampai.
Inilah yang dinamakan fall in love pada pandangan pertama, Masya allah indah sekaliii, sampai yang terheran-heran, sesekali ku fokuskan kedua bola mata ku ke hamparan laut yang begitu luas dengan air yang jernih berwarna biru dan langit yang sangat cerah sampai membuat kulit berubah warna.

Pantai Sadranan
Panass menyengat.

Se cantik itu gaess orang nya *ehh View nya. Kalau kalian ingin berfoto dengan view se cakepp ini, kalian harus sedikit berjuang mendaki bukit, jangan khawatir tidak terlalu berat kalau harus mendaki bukit, yang berat tu ketika harus berjuang SENDIRIAN. hiyaaa

Lokasi, mohon maaf saya kurang tauh karna saya wisatawan dan cuma duduk manis diatas motor, pastinya kalian bisa pakai google map dan rajin-rajin baca plang petunjuk arah saja. :)
Di daerah Gunung Kidul ini banyak banget pantai yang bagus-bagus dan teman ku memberikan penawaran untuk lanjut ke pantai yang lain, tapi dengan berat hati aku menolak nya karena di fikiran ku sudah terbayang-bayang kasur dan bisa ngadem dalam kamar. *Lemahhhh

       4. Malioboro (Malam hari)
Karena kalau jalan-jalan siang hari terlalu panas dan kurang menikmati, jadi malam harinya kita balik lagi ke malioboro menikmati suana malam hari yang sangat ramai. Yang paling kusuka adalah melihat permainan alat muslik angklung yang menciptakan  bunyi yang sangat merdu, dan ini aku baru pertama kali melihatnya.



Aku tipe manusia yang suka menikmati malam di angkringan tepi jalan dengan melihat orang-orang yang berlalu-lalang dengan kesibukanya, ditemani dengan segelas susu jahe, beberapa tusuk cemilan dan tentunya dengan obrolan yang berfaedah sampai unfaedah.

Kurang afdhol rasanya jika ke Jogja tidak mampir di angkringan pinggir jalannya, kami duduk santai dengan sedikit guyonan yang sedikit receh dan menikmati suara-suara kaki kuda yang sedang bekerja. *Tukktiktaktiktuktiktaktiktuk


BERSAMBUNG.


Tunggu kelanjutan keseruan cerita selanjutnya Part 2.....



17 komentar:

  1. cerita yang penuh dengan kebaperan hahahah, tapi emg baper sih kalau gerimis trip sendiri. ga ada gitu ya yang mau nemenin wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Aaaaaahhh, Jogja memang istimewa. Kangen Jogja, pengen pulaaaaaang. hehehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. keceeeee wak aduh sakit mata dan sakit hati ditunggu lanjutannya

      Hapus
    2. Ka eka orang jawa juga? Wahhh sama” jawaa kita hha

      Hapus
    3. Wkwkk nabungg duluu ka vit, jangan jajan mulu haha

      Hapus
  3. Kece2 view nya, sakit mata aku kak ngelihat nya ๐Ÿ˜ญ pengen bgtt dari dulu ke sini .. tapi belum kesampaian ๐Ÿ˜ซ mudah2 an suatu saat bisa nginjak yogja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin dek ku, semogaaa bisa menginjakan kaki ke Kota istimewa ituu yakk, kerenn bangett pokok hihii

      Hapus
  4. ngilerrr kali kak liatnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  5. ngilerrr kali kak liatnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  6. ngilerrr kali kak liatnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  7. jadi kangen jogja kangen angkringannya huft

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo salam kenal :) iyaaa angkringanya bikin ngangenin hhe duduk sambil lihat andong

      Hapus
  8. Salah Jogja makin makin menawan aja ya..jadi gatal kaki dibuatnya๐Ÿ˜Š

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.