Pertama Kali Menginjakan Kaki di Negeri Jiran Malaysia (Kuala Lumpur)

Desember 27, 2018


22 Desember 2018


Bisa dibilang lagi musimnya liburan akhir tahun,  banyak orang berbondong-bondong pergi ke luar negeri, mudik ke kampung halaman atau pergi ke luar kota.

Saat ini aku tinggal di batam, kerja dan kuliah di Batam. Banyak orang bilang kalau tinggal di Batam kurang afdol kalau tidak berkunjung ke negara tetangga (Singapura dan Malaysia) karena dekat, waktu tempuhnya cuma 2 jam . Biaya trasportnya bisa dibilang lumayan murah karena bisa dijangkau menggunakan jalur laut yaitu dengan naik kapal ferry. Berbeda kalau pergi ke daerah jawa harus merogoh koceng yang lumayan dalam, untuk tiketnya saja bisa Rp 1.000.000 sekali jalan. Hikzz

Sebenarnya ini rencana sudah dari bulan november mau pergi ke Malaysia cuma tidak ada libur panjang dan cari teman yang mau pergi ke malaysia juga kagak dapat-dapat (syedihh).
Akhirnya ku buat umpan tulisan di story whatsapp "Bulan desember ada yang mau pergi ke Malaysia?" dan akhirnya ada 1 kawan kampus yang mau ke Malaysia juga, oke kita berencana pergi habis ujian akhir semester kampus tanggal 22 desember dan waktu libur natal.


My partner on trip.

Namanya Selly teman 1 kampus beda prodi, kami kenal waktu tes masuk kampus duduknya bersebelahan dan kami saling kerja sama mengerjakan soal tes nya, kompakk kann wkwk
Bisa dibilang kami tidak dekat, tidak pernah ketemu tapi sempat tukaran nomor Hp. 

Selama bulan desember aku selalu teror dia "Jadi gak pergi?" tapi dia gaje antara pergi sama enggak, terkadang chat berhar-hari baru di balas 3 hari kemudian. Sampai terakhir ujian, H-1 jam 22.30 dia baru ngabarin "okee besok pergi", langsung kelabakan dongg cari tiket kapal ferry, tukar uang, packing dll.

Sebenarnya kami dua wanita yang tidak ada dana lebih untuk liburan tapi ngeyel ingin pergi liburan. 
Aku pribadi ingin liburan karna habis uas dan berhubung mau libur natal jadi gampang ambil cuti kerja, kalau teman ku dia habis putus cinta, yang kegalauannya masih di tingkat level 12, kalau sendiri selalu keingat bayangannya Hantu  jadi diaa butuh pelampiasan.


Day 1
Rencana kami naik kapal ferry paling pagi, tapi dia malah gak bangun-bangun (mungkin mimpinya terlalu indah dari kenyataan jadi gak bangun-bangun).
Kami langsung menuju pelabuhan Harbourbay Batam sampai sana  jam 9.00 ternyata kapal ferry jam 9.20 sudah full, next ferry jam 11.00, okee menunggu.

Oiya, untuk harga tiketnya Rp 290.000 PP, tax kapal di pelabuhan Batam waktu check in Rp 70.000 dan tax kapal balik di pelabuhan Stulang Johor RM 20.


Paspor dan Boarding pass.


Pelabuhan Harbour Bay batam.

Perjalanan yang kami tempuh dari pelabuhan Harbourbay Batam menuju pelabuhan Stulang Johor selama 2 jam. Sampai di pelabuhan kami langsung cari counter kartu internet dan kami beli 1,5GB harganya RM 20. Untuk menuju terminal Larkin kami pesan grab ongkos nya RM 11.
Jujur aku belum pernah ke malaysia dan selly pernah satu kali ke malaysia tahun 2017 tapi dia udah tidak ingat sama sekali. Mantan mulu yang di ingat 

Pelabuhan Stulang.

Sampai terminal kami sedikit kebingungan, waktu mau beli tiket bus ternyata tidak di loket tapi pakai mesin, tinggal pilih kemana tujuan kita akan pergi. Okee kita langsung antri dan antrian cukup panjang, setelah sampai depan kami bingung mau pergi kemana karena banyak sekali tujuanya, akhirnya kami mundur lagi tanya orang. Setelah tauh kita harus turun di terminal TBS Kuala Lumpur kita antri lagi. Sabarrrrr
Btw, beli tiketnya langsung di mesin e-tiket nya ya gaes, jangan di calo-calo harganya 2x lipat.

Terminal bus.

Estimasi biaya ongkos bus dari terminal Larkin Johor ke TBS Kuala Lumpur sekitar RM 34, tapi sialnya kita dapat tiket yang harganya RM 55 bus jam 17.30 nama bus nya Neoliner Express, karena tiket nya sudah pada sold out  semua, jadi yasudah mau gimana.


Tiket bus.

Kami menunggu dari sekitar jam 14.00, seharusnya bus brangkat jam 17.30 ternyata bus nya lambat baru sampai jam 18.00 berangkat sekitar jam 18.11 dan selama menunggu bus udah macam anak terlantar kami panas-panas an duduk diluar, padahal sudah ada ruang tunggunya yang nyaman dan ber AC (takut ketinggalan bus). Wkwk
Waktu kita banyak terbuang hanya untuk menunggu cuy eakkkk.

Bus nya nyaman, bersih, kursinya nyaman bisa untuk selonjoran(?), ada colokan charge hp di kursi dan bus disana tidak kebut-kebutan kayak pada kejar setoran gaess, tapi ada satu minusnya yaitu kurang on time.



Bus.

Sebelum itu ada kejadian yang memalukan gaes, efek kurang minum aqua kali jadi gak fokus. Kita tanya ke counter katanya bus nya sudah sampai di gate C1, kami lari panas-panas an dan langsung masuk bus ehh waktu nyocokin nomor kursi udah ada yang duduk dikursi kami, sedikit ada cekcok dong dan ternyata kami yang salah, kami masuk di bus yang berangkat jam 17.00. wkwk

Waktu yang kami tempuh sekitar 4 jam lebih. Sekitar jam 23.00 akhirnya sampai terminal TBS Kuala Lumpur. Keadaan udah larut malam, ada rasa takut juga sebenarnya tapi sok tegar aja biar kawan ku tenang. Kami duduk lesehan ditangga bingung mau naik apa menuju penginapan. Setelah dapat alamat rumahnya kami langsung pesan grab kesana, ongkosnya sekitar RM 18.

Oiya, btw untuk penginapan aku numpang dirumah saudara yang ada di Malaysia namanya denis (masih muda dan jomblo) tapi dia lagi di jawa balik kampung, untung kunci rumahnya dibawa temannya namanya Ade (masih muda dan jomblo juga), karena bapak ibuk ku juga tauh orangnya yang mana dan sebelum ke malaysia mereka pernah mampir batam juga  jadi di kasih izin.



Akhirnya kami sampai di rumahnya, ya namanya perjalanan seharian dan cuma makan pagi aja pasti lapar dong, sampai sana kami langsung makan dan makan kami di bayarin (Alhamdulillah).

Day 2
Petualangan dimulai....
Sebelum pergi kami sempatkan untuk sarapan terlebih dahulu, dan alhamdulillah makan kami di bayarin lagi, makasihh mas bibit ehehee.
Karna kami low budget kami harus hemat apalagi untuk  biaya transport selama kami disana, tidak jauh dari rumah ada halte bus jurusan ke Pasar Seni, walaupun nunggunya lama ya okelahh penting hemat ongkos, ongkosnya cuma RM 2.50 kalau naik grab sekitar RM 11/RM 16 gaes.

Setelah sampai di Pasar Seni kita bisa lanjut menggunakan bus gratis, nama bus nya GOKL warnanya pink.
Bus nya melewati daerah Dataran Merdeka, Menara Petronas, sampai ke Bukit Bintang.

Gambar ambil dari google.

Setelah sampai Pasar Seni kami tidak langsung melanjutkan perjalanan naik bus GOKL, kami memilih untuk singgah ke Dataran Merdeka. Kata orang itu jaraknya lumayan jauh dan menyarankan naik grab, tapi kami tidak, kami memilih untuk jalan kaki menelusuri jalan tretoar, masuk pasar. Yahhh asikinn ajaa

Sedihnya sampai sana udah berat-berat bawa kamera kemana-mana gak tauh kenapa tiba-tiba rusak gak bisa digunakan sama sekali. huaaaa


  Dataran Merdeka.

Kenapa 2 sejoli ini harus ke tangkap kamera juga.


Yahh tentengannya lupa naruh euy.

Kebiasaan tauh jalan pergi gak tauh jalan pulang, ada sekitar 1 jam kami putar-putar keliling pasar gak bisa keluar, yahh itung-itung sambil cuci mata gaes.
Banyak makanan dan minuman yang menggoda disepanjang jalan pasar, apalagi siang panas-panasnya lihat es lemon sama daun mint betapa segernya coba hmmmmm.
Kami memilih beli minuman yang sehat saja gaess air putih harganya RM1.20. Wkwk

Kami lanjutkan perjalanan menuju Bukit Bintang naik bus GOKL, yahhh namanya juga bus gratis pasti banyak peminatnya sampai desak-desakan, untung kami dapat tempat duduk. Sebenarnya selama perjalanan aku ngantuk mata tinggal 5 watt, sampai bingung udah sampai tujuan belum, tanya supirnya dong, ehhh dia jawab nya kurang seloww (mungkin lelah). Kann sebelll.

Kami turun di Pavilion kawasan ini surga dunianya para pecinta brand-brand luar negeri yang terkenal mulai dari kosmetik, baju, sepatu dll.

Yahh apalahh kitaa foto depan toko nya aja dah senang kami..........

Banyak orang berlalu lalang dengan tentengan tas besar-besar bertuliskan coach, mango, pedro dll
Kami  tentengnya kantong plastik tulisan giant isinya minuman aqua. Wkwk

Foto diambil keadaan ngantuk


Kami lanjut perjalanan menuju KL Sentral untuk beli tiket Bus balik ke johor, karena tidak ada bus kesana kami milih untuk mencoba naik LRT, dan antrian tiket panjang sekaliii.


Kurang lebih kayak gini lah bentuk mesin tiketnya, 
gambar dari google.

Oiya, kalau kita naik MRT (aku lupa MRT atau LRT) tidak pakai card gaes tapi pakai koin. Pavilion-KL Sentral ongkosnya sekitar RM2.50 (lupa).

Setelah sampai KL Sentral kami putar-putar tanya sana sini tempat pembelian tiket Bus ke Johor, katanya di lantai 2, katanya di bawah, katanya baru buka jam 12 malam, dan ada juga yang bilang tidak ada tempat pembelian tiket bus. Duduk lah kami capek dan aku mewekkkk (lemah).

Okee daripada berlama-lama di situ kami memutuskan untuk beli tiket ke terminal TBS, setelah kami coba lihat peta LRT ternyata jalurnya melewati KLCC daerah Menara Petrones (Menara kembar), kami memilih singgah sebentar di KLCC, sampai sana jalan sebentar udah sampai di Menara Petronas, tapii sayang kurang beruntung cuacanya mendung sekali, dan benar tidak lama hujan turun.


Menara Petronas.


Peta LRT.

Terlalu canggih sih ini sebanyak itu jenis transportasinya dan serumit itu jalurnya gaessss. Seperti hubungan yang rumit susah cari jalan keluar. 
Kagum sih sama transportansinya sampai susah dicerna sama kepalaku. :(

Kami lanjut perjalanan menuju terminal TBS, ternyata tidak bisa dari KLCC harus ke KL Sentral lagi  karena naik KTM. Alamakkk

Balik lagi kami ke KL Sentral, KLCC-KL Sentral ongkosnya sekitar RM 2.50. Sampai di KL-Sentral kami beli tiket KTM  di loket, tidak pakai koin lagi tapi pakai kartu, karna kita belum punya kartunya jadi harus bikin harganya RM 8.
Kartu KTM.

Setelah selesai kami lanjutkan perjalanan KL-Sentral - Terminal TBS.
Kenapa beli tiketnya gak pas pergi pulang aja? Karena kami takut rame dan kehabisan tiket bus.

Kami langsung menuju mesin e-tiket dan kami memilih bus yang jam 12.30 am. Sudah tenang dong udah dapat tiket bus balik. Karna sudah malam dan keadaan hujan kami langsung balik ke penginapan.
Sampai penginapan lanjut makan dan di traktir lagi dongg. Yuhuuuu

Day 3
Berharap tidak ada drama lagi dan di lancarkan perjalanan pulang kami.

Karna kami bus jam 12.30 am, pagi kami masih santai-santai, baru pergi ke terminal sekitar jam 11.30. 
Ada rasa berat hati waktu mau pulang, karna orangnya baik-baik banget sudah seperti saudara sendiri, dikasih tumpangan tempat tidur gratis, makan dibeliin, sampai koyo hansaplast pun di beliin wkwk (kami terlalu hemat sih) ahhh thanks you so much.

Setelah sampai terminal, lihat antrian beli tiket rame aku bilang ke teman ku "Untung kita udah beli  tiket kemarin" (Jalan sambil agak songong gitu).

Dengan PD nya kami langsung menuju ruang tunggu dong, waktu scan barkot yang di tiket kami gak bisa, akhirnya tanya petugas ternyataaa.....
"INI BUS UDAH PERGI DARI DINI HARI, INI JAM 12.30 am (Dini hari) BUKAN 12.30 pm (Siang)". Allahuakbarrrr *Inginnnn ku teriakkkkk

Rugi RM 34 (Mending buat beli masker Freeman).

Tangan langsung gemetaran, bengong lihat-lihat an. Kami langsung hitung uang dan masih cukup untuk beli tiket lagi, langsung kami beli tiket bus jam 01.00 pm. Sebenarnya kami kurang teliti lihat jam nya sih antara am dan pm, buat pelajaran aja. Kebiasaan bus nya tidak on time telat 30 menit. hmmm

Setelah sampai terminal Larkin kami korek-korek tas cari uang rupiah untuk tukar ke ringgit, karena uang kami kurang. Dapat RM 14 lumayan ongkos ke pelabuhan naik grab.

Kami buru-buru menuju pelabuhan, sampai pelabuhan  jam 18.33, dan ternyata last ferry jam 18.30. Mampussss 
Langsung nangis dong aku, bingung mau kemana lagi :'( sedangkan uang kami sudah habis cuma cukup untuk bayar tax kapal balik, gak mungkin kan harus bermalam di pelabuhan. Sedihhhh

Counter nya tutup.

Langsung hubungi orang tua, mereka hubungi saudara ku (namanya mas Indra) yang ada di johor dan aku suruh hubungi mas indra juga, berhubung saudaraku tinggalnya jauh dari pelabuhan kami dititipkan dirumah temanya. Ongkos naik grab kerumanya RM19.

Setelah sampai rumahnya kami langsung istirahat sambil intropeksi "Kayaknya ada yang gak ridho kita liburan deh" karena bener-bener liburan ini banyak susahnya daripada senengnya wkwk. 

Perut mulai lapar akhirnya kami cuma makan jajan yang kami bawa sebenarnya untuk oleh-oleh gaes, berhubung perut lapar yaudahh kami makan. Tidak lama ada chat masuk dari ibuk "Sudah makan?" yaa daripada orang tua  khawatir kami bilang "iyaa sudah makan". :(

Cuma ingin cepat ganti hari.

Day 4
Pagi-pagi kami udah bangun tanpa mandi cuma cuci muka, gosok gigi, dandan seadanya kami pamitan balik, dan karna uang kami kurang untuk transport akhirnya aku ngomong butuh uang untuk transport dan saudara ku sudah bilang ke temanya ini suruh kasih uang ke kami RM 50.

Kami pergi ke pelabuhan naik grab ongkosnya RM 16. Sampai langsung check in bayar uang tax 2 orang RM 40. Kami pilih kapal jam yang paling mendekati yaitu kapal jam 09.00. Betapa bahagianya kami akhirnya bisa bisa pulang.

Lumayan sisa RM 10 dapat Pop Mie 2.

Disini aku Terima Kasih banyak untuk semuanya, ini liburan paling merepotkan banyak orang hahaa,
kalian baikk semua (terharu). Jadi ada pelajaran juga sih gimana cara kita memperlakukan tamu, kalau kita baik pasti dapat balasanya akan diperlakukan baik juga. :)

Untuk kawan  ngetrip ku selly terbaik lahh dia (perezz), banyak orang bilang kalau kita berlibur sama teman max 3 hari pasti akan ketahuan sifat-sifat aslinya, jadi tauhlah sifat-sifat nya gimana salah satunya susahhh move on dia wkwk.


So, Where the next trip???? Pokok jangan berdua lagi, kapokkk. Wkwk

Happy Holiday all





Nb:
RM 1= Rp 3.550
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan atau terlalu frontal, karena nulisnya kebawa emosi. Peace ;)













8 komentar:

  1. Balasan
    1. Iyaa dungg, pertama kali menyedihkann pulakk

      Hapus
  2. Sediih x ceritanya dek... Next time lebih mantapkan itenary ya😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa siapp akak, pasti ituu lebihh matang lagii hhe

      Hapus
  3. Terharu baca ceritanya tapi asyiik siih. Bisa jadi pengalaman yang tak terlupakan. Aku jg ada rencana mo ke KL, tp msh nyari2 referensi biar gak nyasar2. hahahahaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ka ekaa, iyaa ka hrus banyak" cari referensi biar gak nyasar apalagi salah beli tiket bus kyak aku ka hahaa

      Hapus
  4. teruji emang ketangguhan kamu hehhe, selamat anda mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari perjalanan ini hohohohoho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Percayalahh aku gak setangguh itu wkwkk, btw di tunggu blognya sist yang habis berlibur

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.