Kebersamaan di Pulau Subang Mas

Juli 27, 2018




Hello Happy People semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua:). Seperti aku yang selalu bahagia saat weekend tiba. ehehee

1 Juli 2018 kebetulan ada acara Family Gathering yang diadakan oleh komunitas Sahabat Hinterland di Pulau Subang Mas.
Oiya,
Apasih itu komunitas Sahabat Hinterland?
Mau tauh apa mau tauh banget?
Sahabat Hinterland merupakan komunitas sosial yang berkomitmen memajukan generasi muda Indonesia yang tinggal di kawasan Hinterland(Pulau).

Misi Sahabat Hinterland :


  1. Memotivasi para pelajar hinterland untuk semangat belajar dan meraih cita-cita
  2. Menumbuhkan semangat kejujuran, kemandirian, kerja keras dan pantang menyerah dengan melakukan aneka kegiatan edukatif bersifat bermain sambil belajar.
  3. Menjadikan generasi Hinterland yang kreatif dengan mengajarkan aneka keterampilan bernilai seni dan jual.
  4. Mengajak generasi Hinterland untuk menyukai permainan tradisional dengan membuat mainan sendiri.
  5. Membuka wawasan para guru yang bertugasdi kawasan Hinterland untuk berkreasi dalam keterbatasan sarana prasarana.
  6. Mengajak masyarakat untuk bersama sama merawat, memperbaiki dan mengadakan perlengkapan sekolah yang ada di Hinterland.
Nah, itulah sedikit penjelasan tentang apa itu Komunitas Sahabat Hinterland. Jika kalian berminat untuk bergabung bisa menghubungi saya, atau bisa stalking dulu di akun Instagram nya @sahabathinterland. Jangan mantan yang terus di stalking

Oke kembali ke laptop.


Sebenarnya sudah dari lama aku pribadi ingin mengunjungi pulau yang masih sepi pengunjung ini, terkenal dengan keindahannya, dan air lautnya yang jernih. Tapi tidak pernah terealisasikan, salah satu alasanya karena tidak ada teman rombongan untuk pergi kesana:(. Karena untuk menuju ke Pulau Subang Mas ini kita harus menyewa Pompong (Kapal kayu kecil) yang harganya rumayan berat di dompet jika ditanggung sendiri. Seperti rindu

Setelah lebaran tepatnya tanggal 1 Juli 2018 jam 07.00 pagi kami 1 rombongan bergegas menuju penyebrangan ke pulau Subang Mas yang letaknya setelah jembatan 4 barelang.  Sedikit susah memang untuk mencari jalan menuju penyebrangannya, tapi kalian bisa bertanya kepada  warga sekitar.




Kerempongan saat turun ke pompong.



Kebetulan rombongan kami banyak jadi harus menggunakan 2 pompong. Dan ini pertama kalinya aku naik pompong yang tidak ada kursi duduknya, alamat kita jadi anak anti-mainstream cuy. hehee
Kami duduk diatas atap kapal. Memang agak ngeri sih, cuma asikk juga hhe

Bisa langsung menikmati pemandangan selama perjalanan tanpa penghalang, bisa melambaikan tangan ke air laut karena jarak antara pompong dan air laut bisa dibilang cuma 5 jengkal tangan, menikmati grimis air hujan yang sesekali jatuh membasahi kulit kami, dan menikmati goncangan ombak yang membuat kami sedikit panik tapi wajah tetap cool. 
Kebetulan kami pergi lagi musim hujan jadi cuaca kurang mendukung.


Langit gelap, ombak & angin kencang

Dalam hati sudah pasrah dan ikut panik, karena air laut sudah mulai masuk ke atas kapal karena ombaknya besar dan kencang. Akhirnya bapak yang membawa pompong sesegara mungkin mencari pelabuhan terdekat untuk menepi kedaratan karna kondisi sangat membahayakan jika tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah sampai di pemukiman warga, cuaca gelap dan angin kencang. Tapi kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalalan berjalan kaki menuju pantai. 


Angin kencang dan mendung.

Dan akhirnya ditengah perjalanan hujan pun turun.

Sedia terpal sebelum hujan gaess.

Setelah sampai pantai, kami segera menyantap makanan yang sudah kami bawa untuk sarapan pagi sebelum memulai games sembari menunggu hujan reda.


Gazebo tempat berteduh.

Halaman Gazebo.

Pemandangan dari atas.

Berat sama di pikul Ringan sama dijinjing. Yupzz itulah peribahasa yang tepat untuk kita semua "Bersama-sama dalam suka dan duka, baik buruk sama-sama ditanggung". 

Kita  bergotong-royong menurunkan barang-barang dari pompong dengan cuaca grimis yang awet banget. Tidak seperti hubungan kita yang tidak awet.



Kebukti kan wanita tidak lemah☺


Setelah hujan reda kami turun menuju pantai dan ternyata benar air pantainya jernih, pasirnya lembut dan sepi tidak ada pengunjung lain selain aku dan rombongan.

Pantainya sepi sekali.

Kami bersiap-siap untuk memulai games dan sebagian menyiapkan perlengkapan untuk acara bakar-bakar makan siang.

 Ekspresi tak terkontrol semua

Team Bulu Babi.

Walaupun cuaca nya mendung, lebih enak untuk tidur-tiduran dirumah berselimut bad cover sambil menonton tv. Tapi tidak mengurangi semangat kami untuk bermain sambil hujan-hujan.


Ini kita sedikit egois, menyelamatkan diri sendiri agar tidak dijeburkan ke pantai. haha

Kekompakan team.

Tidak mudah menyalakan api unggun dengan kondisi habis hujan dan gerimis. Untung ada anak Mapala (Mahasiwa Pecinta Alam) yang langsung mendirikan tenda dan berusaha menyalakan api unggun.

Dengan kondisi yang capek, perut lapar dan momen kebersamaannya mejadi pelengkap nikmatnya makan siang kali ini. 

Siiappp makann.

Menu makan siang, mengalahkan Restaurant bintang 5.


Setelahh selasai makan siang kami bebas melakukan kegiatan. Ada yang sibuk berfoto, berenang, bermain pasir, dan aku memilih untuk duduk santai diatas batu menatap luasnya lautan dan melepas kenangan-kenangan yang tidak perlu untuk disimpan (Haizahh).

 
Menatap luasnya lautan.

Menatap kesamping.



Setelah sudah puas kami segera mebersihkan diri dan berberes untuk melanjutkan perjalanan pulang. Pukul 15:00 kami memulai perjalanan pulang. Alhamdulillah tidak hujan dan ombak laut masih bersahabat. 
Tidak aneh memang, waktu berangkat semangat 45 semua dan waktu pulang diam 1000 bahasa semua. haha

Alangkah bagusnya jika matahari tidak malu-malu untuk menampakan dirinya. Langit akan berwarna biru cerah, Air laut yang akan semakin kelihatan jernih dan berwarna biru yang berkolaborasi dengan warna hijau tosca.  It's okay


Dari semua itu aku jadi tauh perjalanan kali ini perjalanan paling mengesankan, pergi menggunakan pompong yang kita harus duduk diatas atap pompong tanpa menggunakan Life jacket. Perjalanan paling menantang, karena ombak besar, angin kencang dan awan gelap. Membuat pompong kami bergoyang-goyang ditengah laut, dan disitu saya merasa pasrah hhe. Kebersamaan, dengan adanya acara ini kami saling mengenal satu sama lain, lebih akrab, dan tentunya makin sayang. *ehh

SEKIAN.


Foto keluarga.








Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.